Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kepustakawanan Indonesia

Figur Pustakawan Ideal dalam Kepustakawanan Indonesia

               Figur Seorang pustakawan sebagai social Practice dan Cultural mediator. Dalam melaksanakan tugasnya, seorang pustakawan harus memiliki jiwa kepustakawanan terlebih dahulu. Agar memiliki jiwa kepustakawanan tersebut, pustakawan dapat memahami prinsip dasar jalan kepustakawanan yang dapat dilihat dari hasil pemikiran Blasius Sudarsono. Beliau menyebutkan bahwa Prinsip dasar Jalan kepustakawanan merupakan suatu proses berkesinambungan, artinya jika seseorang belum bisa memaknai secara benar satu fase, maka ia tidak akan bisa maju ke fase berikutnya.

Eksistensi Pustakawan Indonesia pada Era Masyarakat 5.0

           Seiring berkembangnya teknologi pada era society 5.0 ini, Pustakawan diiharapkan juga dapat mengembangkan kemampuan, keahlian, dan pengetahuan sehingga eksistensi pustakawan tetap dapat bertahan di era yang lebih memusatkan pada manusia dan teknologi, seperti sekarang.

Figur Pustakawan Ideal dalam Kepustakawanan Indonesia

Melalui proses menelusur jalan kepustakawanan yang berdasarkan pada empat pilar, lima daya dasar, dan tiga sasaran utama yang seimbang maka akan tercapai tujuan akhir sebagai manusia paripurna, bahagia, dan berguna bagi sesama.

Eksistensi Pustakawan Indonesia pada Era Masyarakat 5.0

Memasuki era masyarakat 5.0 seorang pustakawan dituntut untuk bisa mengembangkan diri serta beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Sehingga pustakawan memerlukan upaya khusus untuk meningkatkan kompetensi atau yang dikenal dengan Continuing Professional Development (CPD).

Figur Pustakawan Ideal Dalam Kepsutakawan Indonesia

Pada tulisan ini menjelaskan tentang figure seorang pustakawan dalam kepustakawanan Indonesia, dimana pustakawan sebagai social practice, sebagai mediator kebudayaan, dan juga menjelaskan tentang implementasi kepribadian pustakawan Indonesia melalui pokok pikiran Driyarkara oleh Blasius Sudarsono.

Eksistensi Pustakawan Indonesia Pada Era Masyarakat 5.0

Pada tulisan ini menjelaskan tentang bagaimana eksistensi seorang pustakawan ditengah perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju, dimana yang terjadi pada masyarakat 5.0 yang berpusat pada manusia dan berbasis dengan teknologi, sehingga bagaimana cara mempertahankan Profesi pustakawan yang bisa saja digantikan dengan teknologi yang mempermudah kegiatan manusia.